Sepanjang malam yang kulalui tadi malam, Ku hanya terduduk di sudut kmar berantakanku. Termanggu menatap layar tv yang usang. Acara yg disiarkan tak begitu menarik menurutku. tak ada perubahan dari hari ke hari hanya siaran tv yang tak jelas maknanya. tapi aku bagaikan terpaku di situ. Lalu,tiba-tiba saja ku merasa kedinginan. Bukan dingin menggigit atau yang membekukan. Tapi rasa dingin yg nyaman, membisikkanku untuk membaringkan tubuh, lalu hilang tenggelam ke alam mimpi. Ku lihat dia sedang berbicara dengan Tuhan-nya. Lalu perlahan rasa sejuk mulai meliputi. Dan kemudian tak terasa ku berbisik,’Tuhan, maafkan aku.’
Tanganku terjulur, berusaha meraihnya. Tapi kemudian ku tersentak daan tersadar. Juluran tangan itu, hanya ada di anganku............







