It's Complicated

Kecepatan 10,8 km/jam vs 108 km/jam

09.03 by very_oe02


Bad day... bad day...
13 Februari 2008...
Hari ini betul-betul bad day buat aku...
1 hari ini aku lewati dengan kesialan-kesialan yang datang bertubi-tubi..
paginya : Telat bangun, sampe-sampe lupa klo ada janji dengan dosen PA jam 8.00 pagi Pas mau mandi, airnya mampet terus gak ada air samasekali di bak mandi. trus mo sarapan, eh lagi asik-asiknya nikmatin roti yang sengaja aku beli tadi malam biar gak repot, eh malah bikin mulut aku harus meludah berulang-ulang cos dirotinya ternyata banyak semut-semut kecil yang menari-nari..
siangnya : Sempat kehujanan pas mo pergi ke rumahnya dosen PA, Terus sampe dirumah dosen, eh dosenku itu gak ada (keluar kota), pulangnya kehabisan bensin di depan kampus STMIK, dengan diiringi hujan rintik-rintik kudorong motor secara perlahan-lahan...
Sorenya : Ooooooo, ini yang benar-benar menghancurkan hatiku....
kenapa?
Ternyata bukan hanya di Taekwondo yang butuh "kecepatan", tapi dalam hal cinta juga butuh "kecepatan" Trus hubungannya dengan hancur-hancuran?
jadi tadi sore aku nelpon orang yang selama ini benar-benar udah memikat hatiku. sebenarnya sudah hampir 4 bulan kami saling kenal, tapi gak tau kenapa aku selalu segan atau malu atau apalah tiap kali aku berniat untuk sekedar ngajak dia jalan. nah, tadi sore, aku beranikan diri untuk nelpon n berniat ngajakin dia jalan.... tapi..
isi pembicaraannya kurang lebih gini :
Diriku : " hai, lagi dimana ki'?" (pertanyaan standar)
Dirinya : " lagi di kampus?" kenapa? (pertanyaan yang membuat sang pejuang terkaku-kakuuuuu)
Diriku : "emmmm, ntar malam ada acara gak?" (dengan bibir sedikit menggetar dan kaki digoyang-goyangkan layaknya drummer Superman Is Dead)
Dirinya : " oh, ada , memangnya kenapa?"
Diriku : " oh ndak papa ji, tadinya saya pikir tidak ada acara, jadi pengen ka' ngajak nonton bareng"
Dirinya : Oh, sory saya sudah ada janji sama "orang dekat rumah" (dalam hatinya mungkin berkata "sama orang yang jauh lebih berani dari kamu")
Diriku : "oh ya ndak papa kalo ghitu....(sambil memandang pintu kamar dengan pandangan penuh kekesalan)
Dirinya :" iya, terlambat ki'...... (busyet baru kali ini aku dengar kata-kata ghitu yang betul-betul menyadarkan aku kalo selama ini memang aku selalu "terlambat"
Diriku : " iye', ndak papa ji, sudah mi padeng nah... assalamualaikum.....
BAD DAY.....................................................!!!!

Telambat sudah... terlambat sudah..... semuanya telah berlalu...........

Links

Powered by