It's Complicated

Obsesionta'loko......

20.05 by very_oe02

Obsesi.....
Obsesessssssss....si.....
Apa sih obsesi itu?
Menurut mbak Sita dalam blognya yang aku baca, obsesi adalah kondisi dimana kita merasa dihantui oleh sesuatu, keinginan, ambisi, cita-cita, kekayaan, seseorang, cinta. Saat kita terobsesi akan sesuatu, tidur tak tenang, makan tak enak, sejam serasa sewindu. dangdut banget lah! Ketka obsesi datang dan kita bisa mengelola dengan aik, obsesi itu bisa jadi motivator. Tapi, tak jarang kita jatuh kedalam jurang yang dalam karenanya.
...
Kalo menurutku obsesi itu, keinginan-keinginan yang terwujud dari ego pribadi dan tuntutan lingkungan di mana kita berada. obsesi juga bisa aku artikan seperti mimpi-mimpi yang kita alami justru pada saat kita sadar.. ??
...
Tapi ada apa dengan obsesi?, yang jelas di hari ULTAH-ku yang sepiii ini aku mo nulis :
Obsesiku di umurku yaaaaaaaaaaaang ke-23!

HAPPY BIRTHDAY TO YOU..... HAPPY BIRTHDAY TO YOU........ Hiks,,,hiks,,,,

1. Lulus Sarjana secepat mungkin. Amiennnn...
2. Belajar bahasa inggris (again???). Ggrrr...
3. Kenaikan sabuk Taekwondo (gak tau sampe sabuk apa, yang jelas... haikkk....)
4. Kursus AutoCad (again juga????) + SAP2000 (kudu maheeer fren!)
5. Belajar aplikasi-aplikasi to be a web designer
6. Menambah berat badan semampu-mampuSnya (mision imposible jilid 5)
7. Terapi anti-Insomnia.. Oh, Please,,,,
8. Jalan-jalan ke pantai Tg.Bira, Parangtritis, ke Bunaken, ke Puncak Bawakaraeng n Jalan-jalan ke gunung bromo. ada yang mau sponsrin??? Kwakkwakkwakkwakkwak......
9. Nulis buku!. Buku tamu, buku gambar, buku asistensi,buku telepon, buku apa aja lah....

Tapi... penting gak ya???
Ah, sudahlah.... penting gak pentingnya obsesi, yang jelas aku punya 9 obsesi tadi di umurku yang sudah masuk ke angka favoritku "23' (karena 23 tahun yang lalu tepat di hari sabtu juga, di tanggal 23 bulan februari, di umur ibuku yang ke-23, aku dilahirkan setelah sembilan bulan ibuku dalam penantian yang melelahkan nan membahagiakan)..

ups, hampir lupa, Oh ya ada satu lagi obsesi....


: dapat pacar yang tidak sombong dan baik hati :-)

It's Complicated

Kecepatan 10,8 km/jam vs 108 km/jam

09.03 by very_oe02


Bad day... bad day...
13 Februari 2008...
Hari ini betul-betul bad day buat aku...
1 hari ini aku lewati dengan kesialan-kesialan yang datang bertubi-tubi..
paginya : Telat bangun, sampe-sampe lupa klo ada janji dengan dosen PA jam 8.00 pagi Pas mau mandi, airnya mampet terus gak ada air samasekali di bak mandi. trus mo sarapan, eh lagi asik-asiknya nikmatin roti yang sengaja aku beli tadi malam biar gak repot, eh malah bikin mulut aku harus meludah berulang-ulang cos dirotinya ternyata banyak semut-semut kecil yang menari-nari..
siangnya : Sempat kehujanan pas mo pergi ke rumahnya dosen PA, Terus sampe dirumah dosen, eh dosenku itu gak ada (keluar kota), pulangnya kehabisan bensin di depan kampus STMIK, dengan diiringi hujan rintik-rintik kudorong motor secara perlahan-lahan...
Sorenya : Ooooooo, ini yang benar-benar menghancurkan hatiku....
kenapa?
Ternyata bukan hanya di Taekwondo yang butuh "kecepatan", tapi dalam hal cinta juga butuh "kecepatan" Trus hubungannya dengan hancur-hancuran?
jadi tadi sore aku nelpon orang yang selama ini benar-benar udah memikat hatiku. sebenarnya sudah hampir 4 bulan kami saling kenal, tapi gak tau kenapa aku selalu segan atau malu atau apalah tiap kali aku berniat untuk sekedar ngajak dia jalan. nah, tadi sore, aku beranikan diri untuk nelpon n berniat ngajakin dia jalan.... tapi..
isi pembicaraannya kurang lebih gini :
Diriku : " hai, lagi dimana ki'?" (pertanyaan standar)
Dirinya : " lagi di kampus?" kenapa? (pertanyaan yang membuat sang pejuang terkaku-kakuuuuu)
Diriku : "emmmm, ntar malam ada acara gak?" (dengan bibir sedikit menggetar dan kaki digoyang-goyangkan layaknya drummer Superman Is Dead)
Dirinya : " oh, ada , memangnya kenapa?"
Diriku : " oh ndak papa ji, tadinya saya pikir tidak ada acara, jadi pengen ka' ngajak nonton bareng"
Dirinya : Oh, sory saya sudah ada janji sama "orang dekat rumah" (dalam hatinya mungkin berkata "sama orang yang jauh lebih berani dari kamu")
Diriku : "oh ya ndak papa kalo ghitu....(sambil memandang pintu kamar dengan pandangan penuh kekesalan)
Dirinya :" iya, terlambat ki'...... (busyet baru kali ini aku dengar kata-kata ghitu yang betul-betul menyadarkan aku kalo selama ini memang aku selalu "terlambat"
Diriku : " iye', ndak papa ji, sudah mi padeng nah... assalamualaikum.....
BAD DAY.....................................................!!!!

Telambat sudah... terlambat sudah..... semuanya telah berlalu...........

It's Complicated

Mimpi Sang Pemimpi

02.22 by very_oe02

Aku ini slalu jadi pemimpi.. Pemimpi yang slalu berharap suatu saat mimpinya jadi kenyataan ….

Ada yang bilang mimpi adalah sebuah angan-angan belaka yang ada dalam fikiran kita yang bisa jadi hanya ada di angan-angan yang tidak mungkin menjadi kenyataan, oleh karenanya tidak sedikit orang bilang “Jangan jadi pemimpi”. Justru sebaliknya kadang angan-angan atau mimpi itu dapat memberi kita petunjuk akan tujuan hidup yang kita jalani saat ini. Jika orang bilang jangan jadi seorang pemimpi trus pertanyaanya apa impian kamu dalam hidup ini?.
Dalam hidup harus ada mimpi, karena bisa jadi seperberapanya mimpi dalam angan-angan kita adalah sebuah cita-cita yang ingin kita wujudkan dalam perjalanan hidup kita, yang dapat memacu semangat kita dalam menjalani hari-hari kehidupan kita yang menghasilkan sebuah sebuah karya yang dapat membanggakan bukan untuk orang lain melainkan untuk diri kita sendiri, dapat memuaskan diri kita sendiri, lebih-lebih berguna bagi orang lain. Selamat menjadi pemimpi, mimpilah seindah mungkin dan setelah kamu bangun jangan tidur kembali akan tetapi segera bergegas untuk mewujudkan impian itu agar menjadi sebuah kenyataan.
Disadari atau tidak, dunia ini sebenarnya digerakkan dengan cepat oleh The Dreamer (Pemimpi). Ia membayangkan sesuatu yang jauh ke depan, yang bagi banyak orang itu hanya dongeng belaka. Pemimpi berbeda dengan Pengkhayal. Pemimpi punya gairah untuk membuat mimpinya jadi nyata. Apa yang dibayangkannya dibarengi dengan merencanakan tindakan, termasuk mengubah secara evolusi atau revolusi, guna membuat mimpinya menjadi nyata. Sedangkan Pengkhayal, ia hanya bermimpi, tak melakukan tindakan apa pun.

Lalu apa yang harus dimiliki oleh sang pemimpi, Paling tidak untuk mengejar apa yang menjadi impiannya?....
Disini ada 3 hal yang harus dimiliki oleh sang pemimpi seperti yang dikemukakan oleh Paulus Bambang WS seorang Vice President Director Marketing & Operation, Vice President Commissioner, dan Direktur di Tiga perusahaan yang berbeda dalam salah satu tulisannya, yaitu yang pertama, “berani mentakan mimpinya”, kedua, “berani merumuskan target yang jelas dan spesifik, dan yang ketiga “berani berjuang hingga tetes darah terakhir”.
Melihat tuntutan tersebut di atas, memang tak banyak orang yang siap jadi jawara Pemimpi. Bukan karena tak punya mimpi, tetapi ketakutan yang menyebabkan mimpi yang indah hanyalah lukisan abstrak untuk dikenang sendiri. Seperti Dennis Waitley yang mengatakan, "If you think you can, you can. If you think you can't, you can't."

Bukankah si jenius Albert Einstein juga melemparkan pada kita kata-kata bijak bahwa imagination is more important than knowledge? (imaginasi itu lebih penting /berharga dibandingkan dengan ilmu pasti)

Kita semua adalah pemimpi, yang kadang merasa mimpi itu bahkan tak pantas untuk kita wujudkan, atau terlalu tinggi untuk digapai. Tapi percayalah, KAU adalah YANG KAU IMPIKAN!
Kita semua adalah pemimpi! Hasan Al-bana Asy-Syahid berkata, hari ini adalah mimpi kemarin. Tidak ada kesuksesan tiba-tiba, semua berawal dari langkah pertama, yakni mengidamkannya!
Kita semua adalah pemimpi! Semoga menjadi pemimpi yang terpuji! Bukan pemimpi yang disibukkan oleh mimpi-mimpi cela dan idaman yang busuk!

Mimpikanlah banyak hal hebat, Lalu WUJUDKAN!
Semoga dengan adanya mimpimu, ada rongga kehidupan yang terisi penuh, dengan kebaikan yang membawa berkah.

It's Complicated

Dia, atau kita yang gila?

01.56 by very_oe02

Tik-tok….tik-tok….tik-tokk…. Denting detik jam terus berlalu, hari ini aku menghadiri rapat pengurus organisasi daerahku untuk kesekian kalinya. Sepanjang rapat aku tak bisa konsentrasi, karena hari ini aku lelah sekali setelah seharian berurusan dengan tugas kampusku yang menumpuk. Hari ini aku serasa bermain “cookies” dengan judul “kejarlah daku tugasmu ku coret,,” dengan pemeran utama dosenku yang biasa aku gelar “pak Boss”. Rapat berjalan, waktu demi waktu berlalu dan……
Akhirnya rapat pengurus hari ini selesai, Plakkk.. badan terasa lelah, matapun sendu seperti balon 5 watt yang sudah diselimuti sarang laba-laba.
Sudah sore, mendekati waktu pulang.. aku menyempatkan untuk mendengarkan lagu di kamar salah satu temanku yang tinggal di secretariat kami. Beberapa lagu sudah lewat sejak lagunya Kobe “positive thinking” keluar dari speaker punya temanku yang sedikit pendiam nan rupawan ini. Setelah beberapa lagu itu kudengarkan, aku berniat untu pulang, tapi ada sesuatu yang membuatku tertahan. Aku mendengar ada pembicaraan seru antara temanku unjunk dan rahman di salah satu kamar disekretariat kami itu. Ada satu topik yang sedang hangat dibahas oleh mereka berdua. Adalah tentang keanehan seseorang.. yang pada pembicaraan itu mereka istilahkan dengan “orang gila” atau “orang aneh”.. Perdebatan panjang pun terjadi seputar pembahasan orang gila dan konsep akal dan insting yang masing-masing dipahami berbeda oleh kedua temanku yang bersemangat itu.. 

Lalu apa sih sebenarnya yang kita sebut “aneh” itu? Setiap sudut punya keanehannya sendiri-sendiri. Cobalah kita analisa hal tersebut. Darimanakah sebenarnya keanehan itu berasal? Sesuatu dianggap aneh, sebenernya hanya karena dia tidak nampak seperti yang lain. Seekor ayam akan sangat aneh ketika dia berada di komunitas anak itik. Tapi, dia bisa keliatan baik-baik saja waktu dia berada diantara saudara-saudara kandungnya.
Seorang individu akan dianggap aneh dalam suatu kelompok atau populasi ketika ia tidak menunjukkan cirri atau sifat dan perilaku yang menurut kaum mayoritas dalam populasi itu adalah “normal”!

Persepsi kita mengenai orang gila juga demikian, kita bisa mengatakan orang itu gila atau aneh ketika dia bertingkah tidak seperti kebanyakan orang yang dalam hal ini kita sepakati bahwa kebanyakan orang yang dimaksud adalah orang yang “normal”.
Padahal, ingatkah kita pada sejarah bahwa orang sejenius Einstein dan Galilei Galileo dikatakan “aneh” atau “gila” oleh orang-orang yang ada di sekitar mereka pada saat itu. Lalu, ketika kita mempelajari sejarah kebesaran nama kedua manusia jenius itu saat ini, siapakah yang sebenarnya “gila”? Einstein atau justru orang-orang yang menilainya gila?
Anggapan akan sebuah keanehan itu sendiri, bisa muncul karena kita sudah punya persepsi tentang sesuatu. Kita diajarkan sejak kecil kalau perempuan itu memakai rok dan bermain boneka. Maka demikianlah.. sejak jaman nenek masih imut-imut, sampai punya gelar 'nenek' sekarang, anak perempuan pastilah pernah memiliki boneka. Sejak kecil kita diajarkan bahwa seorang anak laki-laki tidak boleh bermain boneka, hingga sekarang kita akan bergidik ketika melihat ada seorang laki-laki yang duduk-duduk sambil memegang boneka atau salah satu teman laki-laki kita yang di kamarnya terdapat boneka-boneka lutchu..
Persepsi dan interpretasi. Yah, ini yang terkadang membuat kita harus mengerutkan dahi ketika dihadapkan pada hal-hal yang membingungkan. Lalu apa yang dapat kita jadikan acuan ketiak mengeluarkan opini akan sesuatu? Acuan yang bisa dimengerti dan dipahami oleh orang banyak?. Logika? Logikanya siapa?
Akhirnya aku harus berusaha mengarahkan alur pikir yang semakin membingungkan dalam otak kecil yang tertanam dalam kepalaku ini. logika yang mana yang paling bisa dijadikan acuan?
Kemudian, ketika kita berpikir bahwa orang itu gila.. sebenarnya siapa yang gila? Orang itu? Atau kitalah yang gila? Ha…..ha….ha…..

It's Complicated

Cermin Hati Ibu

07.06 by very_oe02

Hari ini 05 Februari 2008, tepat 5 tahun sudah Bapak meninggalkan kami semua… Bapak meninggalkan Ibuku yang sangat aku sayangi. Bapak meninggalkan adik perempuanku yang baru kelas dua SMA, Bapak meninggalkan adik kecilku yang pada saat itu baru berumur 1 tahun! Meninggalkanku yang saat itu baru saja beberapa bulan meninggalkan sebatik untuk kuliah di kota anging mammiri ini..
Aku kembali teringat saat-saat paling menyedihkan dalam hidupku, saat-saat dimana aku merasa jiwaku sangat labil, aku tertekan dan seakan tidak ingin percaya kalau ternyata istilah “broken home” yang biasa aku lihat di “Tivi-Tivi” itu menimpa keluargaku sendiri.
Aku sempat merasakan beban yang begitu berat, aku sempat berfikir untuk kembali ke sebatik, meski pada saat itu aku baru semester dua di UNHAS. Karena kupikir siapa yang akan membantu Ibuku disana. Aku berpikir bahwa sudah menjadi tanggung jawabku sebagai anak sulung untuk membantu Ibuku yang jelas-jelas kini memikul beban yang jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Tapi aku juga tak bisa melupakan obsesiku begitu saja untuk merasakan bagaimana rasanya duduk dibangku kuliah. Oh, sungguh dilema yang berat untuk “feri” saat itu.
Akhirnya, mulai dari semester 2 aku lewati dengan separuh hati, aku bahkan jadi orang yang terkadang cuek dan memilih untuk mencari kesenangan lain ketika beban pikiran kembali menghantuiku. Aku lebih memilih menghabiskan waktu bermain PS, Bilyard, jalan-jalan kesana kemari. Sampai akhirnya hasil yang kuperoleh adalah : “ 4 semester dengn mengantongi hanya 49 SKS!, “
Yah, Kurang 2 SKS lagi aku langsung di DO pada saat itu…, Tapi alhamdulillah, ternyata Tuhan masih punya rencana lain untukku, aku masih diperkenankanNya untuk kuliah di Kampus Merah ini.
Akhirnya aku terpacu untuk bersemangat lagi, aku kemudian teringat pada semangat Ibuku, Aku terharu dengan hasil pembicaraanku dengan Ibu beberapa hari sebelum aku mendapatkan KHS semester ku yang ke-empat. Ibu berpesan padaku untuk terus berusaha, ia ingin aku tetap bisa sarjana, walaupun hanya dia saat ini yang membiayai kami bertiga, karena Bapak yang sangat tega itu tidak pernah memberi kami nafkah lagi, bahkan hingga 5 tahun saat ini! .
Aku kembali menata hari-hariku, kebiasaan hura-huraku aku jauhkan dari kehidupanku. Hari-hari di kampus, sesaat kembali menyenangkan. Begitu pula dengan hari-hariku di organisasi mahasiswa sebatik (IPMS), aku bahkan terpilih menjadi Ketua untuk periode 2003-2005, walau terus terang hal ini pula yang sedikit banyak membuat kuliahku banyak yang terbengkalai, aku lebih sering pulang ke Nunukan dan Sebatik karena banyaknya urusan organisasi. Tapi Ibuku tak pernah marah, bahkan saat aku jelaskan bahwa banyak kuliahku yang terbengkalai karena jabatanku ini, dia malah memberi semangat dan menyampaikan dukungannya buat aku. Ibu malah kadang jadi tempat konsultasiku ketika aku kebingungan. Bahkan untuk urusan organisasi pun! Ibu turut andil didalamnya.
Ibuku memang orang yang luar biasa, dia memang hanya lulusan SMP, karena itu Ibuku terpaksa tidak merasakan bersekolah SMA hanya karena harus membantu nenek membiayai sekolah adik-adiknya. Mungkin Ibu harus melewati jalan hidup seperti itu karena Ibuku juga anak sulung dari 5 bersaudara, Ibuku juga ditinggalkan Bapaknya yang meninggal saat ia masih SMP, Padahal Ibu termasuk anak yang cerdas saat di sekolah. Aku tahu itu karena aku pernah melihat-lihat Rapot sekolah Ibu yang tersimpan rapi di kamarnya. Ibuku bahkan tidak kalah sama orang-orang lain ketika berbicara mengenai pengetahuan umum. Banyak hal-hal menarik seputar pengetahuan umum yang sampai saat ini masih aku ingat aku dapatkan dari Ibuku.
Ibuku memang luar biasa, sampai saat ini ia masih tegar membesarkan kami bertiga, menjadi kepala rumah tangga, bekerja siang dan malam, tak pernah kenal lelah, walau kadang ia sakit-sakitan, tak pernah kudengar ia mengeluh di depan kami bersaudara.
Masih banyak yang ingin ku tulis tentang Ibu, tapi kurasa tak akan pernah cukup kata-kata untuk mengambarkan betapa luar biasanya sosok Ibu dimataku..
Ibu….. kaulah cermin hatiku, kaulah inspirasi bagiku… tiada orang yang setegar Ibu yang pernah ada dalam hari-hariku… Doaku selalu buatmu… Ibu…

It's Complicated

JOGING SAMPE NYOTO

06.49 by very_oe02

Huh, cape’ deh....Tadi sore abis lari-lari sore bertiga sama teman Kozong Dua yang masih ter”sisa” di Teknik kelautan UnHaS.. Awalnya sih cuman gara-gara temanku Iqra yang tiba-tiba punya ide untuk ngajakin si “jamrud” yang kebetulan anak SKM (Satuan Konservasi Maritim) OKJ-FTUH untuk lari-lari sore. Yah, sambil olahraga juga bisa ngingat-ngingat kembali waktu 4 tahun yang lalu, pertama kalinya aku lari-lari sore ama mereka waktu TC sebelum bina akrab.
Acara lari pun dimulai…
Kurang lebih 300 meter pertama mengitari jalan keliling kampus semua “peserta lari” masih kuat, tapi setelah kurang lebih 400 meter, Iqra yang memang udah jarang olahraga itu langsung berhenti dan melanjutkan putaran dengan berjalan kaki sambil terengah-engah. Tinggal 2 peserta yang bertahan, tapi akhirnya kurang lebih 800 meter berjalan, kami akhirnya berhenti semua…
Ha,,ha,, lebih kuat waktu maba ya??
Mungkin karena waktu itu senior kami yang paling galak ada di garis depan dan paling belakang barisan para maba-maba AnTek 2002.
(aduh, jadi ingat si feri gundul-gundul keren waktu itu, he,,he,, kodong….)
Selesai acara lari-lari sorenya plus acara rebahan dan terengah-engah di depan basecamp SKM, kami pun langsung Nyoto (baca: makan coto) di Warung coto Tamalanrea. Wah, ajip…….. maknyus rasanya nyantap coto yang terkenal di kota daeng ini. Kali ini giliran Iqra si pegawai negeri yang Skripsinya masih dalam proses “dipkir-pikir” itu yang traktir, besok dia lagi, lusa dia lagi dan kapan-kapan he,,he,, mungkin dia lagi.. Hidup Iqra, pak pegawai.. :-)
Olah raga itu penting, tapi nyoto lebih enak kaya’nya, jadi mana yang yang harus dipilih Olahraga atau Nyoto<
Aduh, udah jam 9 malam, aku belum mandi.. mandi dulu ah…….

Links

Powered by