It's Complicated

besok 2008

01.56 by very_oe02

Jelang akhir tahun 2007... welcome 2008

hari ini aku hanya menyibukkan diri dengan mouse, keyboard dan headsetku. entah kenapa aku merasa setahun yang aku lewati seakan tak punya arti apa-apa untukku, paling tidak untuk kuliahku yang terus jalan di tempat.


Tapi aku juga merasa banyak pelajaran berarti buat aku di tahun 2007 ini..

Hanya saja aku masih merasa belum cukup dewasa untuk menanggapi semua permasalahan yang ada dalam hidupku. aku masih merasa seperti anak kecil yang selalu butuh untuk dituntun. Mungkin itu yang harus aku benahi, pasti....


Aku pun merasa telah sangat jauh berpaling dari jalan kebenaran, telah lama aku tak pernah besimpuh bercengkerama dengan nur kasih Ilahi, aku tersesat dikesibukan duniawi yang membuatku lupa akan kebutuhanku yang sesungguhnya, kebutujan untuk selalu dekat dengan-Nya.. Aku lupa tiap bertambahnya tahun berarti umurku semakin berkurang...


6 jam lagi terompet dibunyikan, buat aku itu bagai sangsakala kecil yang sudah mulai ditiupkan oleh malaikat, karena bumi yang semakin tua..


Tuhan, tunjukkan aku jalan lurus itu..

It's Complicated

SIAPA BERTERIAK?!!

01.52 by very_oe02

26 Desember 2008, tepat tiga tahun yang lalu bencana terbesar yang pernah melanda Aceh terjadi. Hempasan gelombang pasang tsunami meluluh lantahkan hamper seluruh wilayh provinsi serambi mekkah itu..
Hari ini, seharian aku tak pernah meninggalkan asrama walau hanya untuk ke warung sebelah, aku tak bisa kemana-mana karna hujan tak henti-hentinya mengguyur kota makassar. Apa akan terjadi bencana besar lagi seperti 3 tahun lalu??, ah, aku tak mau berpikir kea rah itu. Cukup,, cukup derita negeiku ini Tuhan, pintaku dalam hati….
Pagi, siang, sore dan malam hari…. Berita di koran2 dan TV, hanya ada bencana disana-sini. Banjir, gelombang pasang, angina topan, tanah longsor dan fenomena-fenomena alam lainnya terus terjadi.
Mengapa semua ini terjadi?? Apa Tuhan memang sedang memberikan cobaan pada kita? , atau justru malah murkaNya yang datang pada kita yang telah jauh memalingkan wajah dari cahayaNya?!.
Beberapa tahun terkahir, negeri ini tak henti-hentinya dilanda bencana. Kurasa ini adalah teguran besar bagi bangsa ini.. teguran keras bagi para pemimpin kita yang lebih memntingkan jatah “kursi” dan “perolehan suara” pada saat suksesi. Tapi apa yang terjadi saat mereka ada di tahta kebesaran itu?. Suara-suara yang dengan detil dihitung oleh Tim-tim sukses, lantas suara-suara itu seakan tak mereka dengar saat suara itu berteriak, berteriak kelaparan.. berteriak karena kemiskinan, kebodohan kemelaratan dan ketertinggalan!. Mengapa kini mereka yang duduk di singgahsana pemerintahan itu tak mau lagi menghitung suara-suara itu? Mendengar desak suara parau itu??

Rakyat yang tertindas sudah muak dengan janji-janji palsu mereka… dendam dan rasa sakit yang tak pernah di jangkau oleh lingkaran penguasa itu akhirnya membatu, meresap kedalam tanah air ini, mengakar bersama teriakan-teriakan kesedihan, menjalar di perut bumi bersama kepedihan dan kesengsaraan mereka yan dijajah di negeri sendiri.. dan akhirna semua itu meluap! Gempa, Tanah longsor angina topan, banjir, dan semua itu adalah luapan dari ketidakberdayaan kaum-kaum tertindas!

Hingga pada saat mereka tenggelam oleh banjir air mata mereka sendiri, tertimbun bangunan karena gempa dari getaran tubuh mereka sendiri, terbawa arus yang terpicu oleh kemarahan meraka kan ketidak adilan, mereka pun masih tak diperdulikan, mereka harus berteriak lagi dengan sisa-sisa tenaga yang ada, berharap ada yang mau membantu mereka menghadapi bencana. Lalu mengapa engkau masih diam, meski bergerak namun terkadang lamban?
Tuhan, ampunkanlah semua dosa-dosa kami yang tak mendengar suara-suara itu, dan kasihanilah kami yang terbawa jauh dalam kelalaian ini, terimalah tobat kami yang telah jauh berpaling dari nur kasihmu…


Tuhan,,, engkau maha tahu…… kan??
Makassar, 26-12-2007

It's Complicated

SEBUAH JAWABAN

01.51 by very_oe02



Hujan… Hujan lagi… Mungkin sudah hampir 2 minggu kota makassar tak pernah mendapat sinar matahari… Dibeberapa tempat, bahkan di sekitar asramaku pun terkena banjir, yang meskipun tak separah banjir di Jakarta ato di jawa tengah yang santer diberitakan.
Semalam suntuk aku coba mencari-cari kegiatan yang bisa memnghilangkan kebosananku, tapi tak satupun yang bisa aku kerjakan. Niat untuk jalan-jalan selalu urung aku laksanakan karena hujan yang tak mau berhenti ini.
Huh,, pakaian yang aku jemur (atau mungkin tepatnya diangin-anginkan) sejak 3 hari yang lalu belum juga kering. Pakaian yang kukenakan saat ini saja sudah 3 hari aku pakai, karena aku pikir aku juga tidak pernah kemana-mana, dan aku harus pandai-pandai memanajemen pemakaian baju, kalo tidak bisa-bisa saja baju habis basah semua.
Hujan diluar sana makin deras, jelas sekali terdengar suara bising angin dan gemercik air yang jatuh di atap seng asramaku yang sudah kaya’ pasar ikan ini. Tapi derasnya hujan diluar sana tak sederas hujan dihatiku yang tak juga reda. Hujan air keragu-raguan dan ketidakjelasan akan kemana langkah kaki aku lanjutkan. Jalan hidup yang ada dalam benakku tak terlihat lagi, tergenang oleh air yang berasal dari kebimbanganku sendiri.
Berat rasanya untuk aku melangkah, karena terjangan angina badai yang berdesir dalam batinku.. lalu aku bertanya sendiri dalam hati, dimana aku harus mencari payung agar aku tak terbasahkan oleh hujan itu?, dimana aku harus mencari sampan agar aku bisa melewati jalan yang tergenang itu? Dimana aku harus berpegang saat badai menerjang tubuhku.
Allahu akbar… Allahu Akbar….
Azan berkumandang di masjid dekat asramaku. Syukur padamu Tuhan engkau menjawab tanya dalam hatiku itu.

Aku harus segera mengambil air wudhu, aku rindu untuk berkeluh kesah padaMu Tuhan, semoga pintu hidayah dan rahmatMu masih terbuka lebar untukku..


Makassar, 27-12-2007

It's Complicated

CompliCated Part I

01.49 by very_oe02

CompliCated Part I

Hawa tercipta di dunia…
Untuk menemani sang Adam…
Begitu juga dirimu…
Tercipta tuk temani aku… (dewa19)

Manusia diciptakan berpasang-pasangan, seperti pengisi alam semesta lain yang juga hadir berpasang-pasangan, karena itu wajar bagiku ketika ada rasa ketertarikan pada seorang wanita pada seorang laki-laki seperti aku. Kekaguman pada seseorang juga merupakan sebuah kewajaran bagiku.. tapi yang aku tahu justru ketertarikan itu yang terkadang pula membawa kita pada lembah keputus asaan karena patah hati.
Lantas rasa apa yang akan menyelimuti hati seseorang yang mengagumi tanpa dicintai oleh apa yang ia kaguni dan cintai itu? Jelas, dibutuhkan sesuatu yang lebih dari sekedar menebar senyum manis atau memandang dengan penuh kekaguman saat memandangi raut wajah manis sang pujaan hati. Lebih dari sekedar menulis namanya dengan karakter khusus dalam daftar kontak di HP, dan lebih dari sekedar menyimpan rapi foto-foto nya dalam file-file bernama khusus di komputer.
Mungkin ia yang ku kagumi tak punya salah sedikitpun dalam hal ini, karena saat ini dia bisa saja tak mengetahui apa yang sekarang tersimpan sangat dalam di hatiku, apa yang tertahan oleh sesuatu dalam diriku hingga ia tak bisa terucap oleh bibirku.
Entah apa yang menahanku untuk bergerak lebih jauh. Mungkinkah kekhawatiran ku yang menghalangiku untuk berbuat lebih berani? Ah, terlalu banyak kekhawatiran dalam diriku saat ini. Dan akhirnya kuputuskan untuk tertutup, dan jelas……. Sampai kapanpun ia tak akan pernah tau rasa ini untuknya. Never….. forever….
Yang bisa kulakukan untuk menenangkan satu sisi dari diriku yang seakan ingin berontak tas kebodohanku ini hanyalah mencoba untuk membuat diriku larut dalam petualanganku bersama keyboard dan mouseku, bersama tugas-tugas kampus yang masih bertumpuk, bersama kehidupanku yang berjalan nyaris monoton ini…


Losari, 13-03-2007

Label:

It's Complicated

Don’t be late?!

01.47 by very_oe02

(Makassar.12.12.07)

Hari ini hujan lagi, yah.. seperti biasa di tahun-tahun sebelumnya, bulan desember tahun ini makassar dihujani tak henti-hentinya bahkan setiap hari Tuhan memberikan rahmatNya yang satu ini untuk kita.
Di luar kamar kulihat langit masih gelap, hujan masih terus menyiram bumiku,. Gelisah ku rasa melihat hujan yang seakan tidak mau berhenti itu. Kadang aku berpikir apa yang terjadi bila hujan itu tak mau berhenti. Seperti hujan dihatiku yang sudah setahun lebih kurasakan tak mau berhenti memenuhi rongga paru-paru hingga memberatkan desahan nafasku, menenggelamkan ketenangan jiwaku yang seakan tak punya tempat untuk berpegang lagi..
Sudah lebih dari setahun terakhir ini aku merasakan seperti “zombie” yang berjalan tanpa jelas obsesi dan arah tujuanku. Aku merasa kehilangan diriku sendiri yang dulu kukenal gigih dan selalu menetapkan tujuan akhir dari segala sesuatu yang akan kukerjakan.
Aku sadari kegelisahan ini mulai mengambang dalam pikirku, dalam alam kesadaranku ketika satu persatu teman-teman seangkatanku di Fakultas Teknik UNHAS meninggalkanku berjuang sendiri mengejar “gelar” dan foto-foto di baruga plus bikin acara “ngandre”.
Aku butuh suplemen baru untuk terus bertahan sejenak dan keluar dari bongkahan kerikil-kerikil tajam di jalan hidupku. Aku butuh semangat yang telah direnggut oleh diriku sendiri.
Terlambat kah aku?, ah, tidak ada kata terlambat kata mereka yang biasa dengan kata-kata motivasinya. Tapi aku tidak bisa bilang kalau saat ini aku tidak dalam keterlambatan, hanya saja aku tidak ingin terus membiarkan keterlambatan ini jadi penutup mata hatiku untuk bangkit.
Keep on fighting till the end..!

Label:

Links

Powered by