Udah baca buku best seller tetralogi Laskar Pelangi?? Kalo ada yang belum, cepat-cepat cari bukunya trus baca sampai Tammmat ya! Di jamin gak bakal rugi membaca buku-buku tersebut. Banyak sekali pelajaran yang bisa dipetik dari buku itu. Saya juga termasuk yang terlambat, buku pertama dari tetralogi ini sudah terbit sejak September 2005 dan saya baru membacanya satu bulan yang lalu. Hihihi... maklum rada-rada kuper.. he,,he,,
Buku ini bercerita tentang kisah sekelompok anak-anak yang terdiri atas 10 orang dan menamai diri mereka dengan laskar pelangi, tinggal di Belitung sana, dengan segala kesulitan kehidupan yang tidak sedikitpun mengurangi mimpi mereka untuk melepaskan diri dari penyakit kronis bernama kemiskinan, dan keinginan besar itu di representasikan dengan keinginan yang luar biasa mewah dimata mereka. Dan kemewahan tersebut bernama pendidikan.
Buku ini ku tamatkan dengan penuh sensasi baru, selama aku ingat amulai belajar untuk "serius" dalam membaca novel. Buku ini membuatku menangis, tertawa, terpukul, tersentuh, terkenang, tercenung, terinspirasi, membangkitkan semangat, memperkuat akar mimpi yang telah ku tanam, membakar semangat nasionalisme dan keinginan untuk ikut menjadi bagian dari komponen bangsa ini yang ikut membangun.
Andrea Hirata, sang penulis buku ini benar-benar mampu menyampaikan pesan nya dengan baik. Ceritanya mengalir. Tak terkesan dia memberikan pesan-pesan moral yang luar biasa, tapi membacanya sudah cukup untuk membuatku terhentak berkali kali.
Kecintaannya atas masa kecil dan tanah kelahirannya benar-benar ter-representasikan dalam metafora-metafora yang hiperbol tapi tidak mengganggu sedikitpun, dan justru menimbulkan keingintahuan pembaca tentang Belitung.
Buku ini sangat baik untuk dibaca anak-anak yang mimpinya hampir musnah karena alasan-alasan klasik seperti kemiskinan. Juga bagi mereka-mereka yang beruntung mendapatkan pendidikan dan penghidupan yang layak, namun sering menyia-nyiakannya.
Penting dibaca orang-orang yang tengah putus asa dalam meraih mimpi dan cita-cita. Bahwa cita-cita itu wajib untuk diraih, dan izinkan Tuhan menjalankan keajaibannya.
Buku ini wajib dibaca pejabat-pejabat dan pemimpin-pemimpin dibangsa ini, yang sudah mengeksplorasi kekayaan alam Indonesia seperti yang dilakukan PT Timah di belitung, tapi tidak mampu memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitarnya.
Terutama pejabat-pejabat yang diamanahi untuk mengurusi pendidikan bangsa ini, untuk lebih sensitive terhadap kondisi pendidikan di bangsa ini. Diknas seharusnya memberikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya untuk Ibu Muslimah, guru laskar pelangi di belitung, dan ibu muslimah lainnya di seluruh pelosok negeri ini, yang aku yakin masih ada ditengah bangsa yang semakin hedon ini.
Bagi aku sendiri…
Aku ingin sepintar Lintang, dan secerdas Mahar,
Aku ingin memiliki keinginan yang kuat seperti lintang yang rela bersepeda dengan sepeda bututnya 80 km dan melewati sarang guaya hanya untuk datang ke sekolah, dan Harun yang meski memiliki keterbelakangan mental Namur tetap bersekolah
Aku ingin seperti seperti Mahar dan Flo yang memiliki fantasi liar
Aku ingin memiliki keteguhan hati dan mimpi seperti Ikal
Aku ingin memiliki persahabatan seperti halnya laskar pelangi, seperti yang dilakukan A Kiong terhadap Samson
Aku ingin berkelana berkeliling dunia seperti Ikal dan Arai
Aku ingin memiliki keteguhan, ketulusan, dan kesederhanaan serta kemuliaan sebagaimana yang dimiliki Ibu Muslimah Hafsari dan Bapak Harfan Efendy Noor, yang membagi ilmu tanpa pamrih
"Hiduplah untuk memberi sebanyak-banyaknya, bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya." Itu salah satu pesan moral yang tertulis dalam novel Laskar Pelangi. Dan Andrea Hirata membuktikannya dengan tidak menikmati royalti penjualan bukunya (diperkirakan sudah mencapai Rp. 1 milyar) untuk kepentingan pribadi, tetapi menggunakannya untuk Laskar Pelangi in Action. Sebuah project untuk memajukan pendidikan bagi anak-anak di pulau Belitung. Jangan bayangkan nominal uangnya ya, tapi coba bayangkan pahala yang bisa dibawa buat bekal di akhirat nanti. Waduh, jadi ngiri deh. Ayoo... semangat, semangat !!!
Jadi, hanya satu yang bisa aku katakan... buku ini "HARUS DI BACA". :-)







