dialog di depan kantor dewan perwakilan rakyat kayangan..
cucu : kek, knapa itu kantor dewan di pagari besi yang ada tajam-tajamnya? bukannya dulu kakek pernah cerita sama saya tentang penjara yang dibangun para dewa-dewa juga pake begituan..
kakek : aduh, ndak tau lah cu.. knapa sudah beberapa hari kantornya "orang dewan" itu dipagari begitu, kalo dipenjara kan jelas dilarang orang lari dari sana karena itu sama saja dia lari dari tanggung jawab atas perbuatannya..
cucu : ooo, begitu kah kek?? ato mungkin orang di dalam sana itu juga dilarang lari dari sana supaya ndak lari juga dari tanggung jawabnya??
kakek : ada betulnya juga cu,, tapi biarlah cu... yang jelas dipagari besi tajam atau tidak, kita tetap saja ndak pernah bisa "masuk" jangankan masukkan badan kita, bahkan pikiran,teriakan,jerit kesengsaraan kita pun sangat susah masuk kedalam sana ke dalam sana, karena di sana ada pagar tak terlihat yang tertulis "hati nurani di larang masuk"...







